Tip Praktis NLP#34 For Employee: Garis Imajiner “Teknik Gampang Pindah State”
Written by Krishnamurti on 2 May 2008 – 8:25 am -Revisi 3 (ada sedikit tambahan ide & pengalaman)
“Bagaimana mengolah pikiran, agar saat kita meninggalkan kantor, persoalan kantor tertinggal di kantor. Sehingga saya jadi fresh saat tiba di rumah. Demikian pula sebaliknya…”
Demikian pertanyaan yang cukup sering (bahkan agak banyak) muncul pada acara seminar Parenting yang kami lakukan selama tahun 2007 lalu. Menurut saya sih gampang-gampang saja, dan selama ini sangat efektif. Terutama saat saya masih bekerja sebagai IT Manager di sebuah perusahaan sampai akhir tahun 2001 lalu.
Ini yang saya lakukan dan setelah belajar NLP, teknik sederhana dan gampang ini ternyata NLP banget, bok! Tapi saya dapatkan ide ini dari sebuah buku yang saya lupa namanya, kalau tidak salah karya Shakti Gwain tentang Kekuatan Visualisasi. Read more »
Posted in Dasar NLP, NLP & Motivasi, NLP & Pekerjaan | 8 Comments »
Tip Praktis NLP # 6: To Do List -Teknik Sederhana Optimalkan Kerja Pikiran-
Written by Krishnamurti on 19 March 2007 – 12:00 am -Bagaimana meningkatkan motivasi kerja? Salah satu cara yang efektif adalah optimalkan seluruh potensi diri Anda semaksimal mungkin dengan memiliki kemampuan mengatur kegiatan kerja yang sangat padat SENDIRIAN saja tanpa sekretaris? Bagaimana caranya? Sangatlah mudah. Kuncinya: kenali cara kerja Unconcious (Pikiran Bawah Sadar=UC) Anda dengan benar dan seringlah bicara dengan dia karena dia sangatlah hebat dan pandai. Jadi ngapain mikir, gitu lho?
Biarkan saja UC Anda yang sangat JAGO tersebut mengaturkan prioritas kerja Anda sehingga hasilnya akan sangat produktif & sangat efektif. Lalu, Anda fokus pada kegiatan besar yang selaras dengan misi Anda.
Posted in NLP & Pekerjaan | 9 Comments »
Irresistible Communication : Komunikasi Tanpa Penolakan
Written by Ronny FR on 19 February 2007 – 6:24 am -Mungkin Anda pernah kenal seseorang seperti Jaka yang nampak selalu sukses di kantor? Secara konstan kariernya terus melaju, sekalipun tak pernah secara jelas kualitas yang dimilikinya. Jika diamati, bahkan tak ada sedikitpun tanda tanda memiliki kecerdasan yang luar biasa, atau gelar akademik dari luar negeri.
Kedengarannya, apapun yang dilakukannya cenderung mendapat anggukan dari atasan. Saat meeting, pendapatnya kerap mendapat support dari rekan kerjanya. Bawahannya pun betah bekerjasama. Mereka senang memberikan bantuan kepadanya. Orang semacam Jaka, sekalipun acapkali tidak berhasil menyelesaikan suatu tugas dengan baik, namun ia selalu tetap dipertimbangkan untuk mengerjakan project selanjutnya. Jaka tidak memanfatkan senioritas, tidak pula bermain intrik atau menggunakan keterdekatannya dengan Pimpinan. Jadi apa yang sebenarnya terjadi?
Posted in NLP & Pekerjaan | No Comments »



















