Tip Praktis NLP#41 For Kid: Tiup Lilin “Puuuh…! Rasa Kesalmupun Padam”
Written by Krishnamurti on 3 July 2008 – 5:16 pm -Halo adik-adik!
Sekali ini kakak mau berbagi teknik terapan NLP yang sudah kakak uji coba, sehingga sederhana dan sangat mudah dilakukan oleh kamu, walau kamu masih anak-anak.
Sungguh baik deh, bila kamu bisa kuasai teknik-teknik terapan NLP ini di usia kamu yang masih sangat muda. Karena kamu akan cepat jadi anak “jagoan” (baca: efektif) dalam hidupmu.
Berikut salah satu teknik mengatasi rasa kesal dalam diri kamu. Met eksplorasi ya…
Untuk Apa teknik ini?
Kan, kamu sering tuh ngalami perasaan yang kesal. Namanya juga anak-anak, ya kan? Perasaan kesal - galau, perasaan gak tahu apa’an, pokoknya gak enak aja. Selama ini paling kamu nangis atau teriak-teriak, kalo lagi ngalami perasaan yang kayak gitu tuh…
Repotnya, kekacauan perasaan kamu ikut bingungin Papa Mama, Bapak Ibu, Engkong Emak, Eyang, Oma Opa dan anggota keluarga lainnya. Biasanya mereka memeluk, menggendong dan membujuk kamu untuk tenang. Cukup membantu untuk redakan tangismu, bukan?
Lalu, gimana ngatasin perasaan galaumu, kalo lagi sendirian?
Nah, ini kakak punya ide sederhana. Teknik ini mudah banget kok. Kamu bisa lakukan sendiri. Ini Ide Pertama dari kakak:
1. Gembungkan mulutmu sebesar mungkin, tahan, lalu pindahkan (dengan cara membayangkan) seluruh perasaan kesal kamu ke dalam gembungan di mulutmu.
2. Setelah gembungan di mulut kamu terisi penuh oleh seluruh perasaan kesalmu, lalu lakukan dengan sangat cepat, dalam posisi mulut seperti meniup lilin ulang tahun yaitu membuang nafasmu sebanyak-banyaknya…
3. Tarik nafas yang perlahan, lalu bernafas seperti biasa, Ulangi langkah 1 dan 2, jika kamu rasa perlu.
Nah, itu salah satu idenya. Ide Kedua sama caranya seperti ide pertama, hanya bedanya adalah:
1. Ambil sebatang lilin dan nyalakan apinya. Letakan lilin di sebuah tempat dan kamu ambil jarak sekitar 1 m (boleh lebih jauh atau lebih dekat, terserah kamu aja) dari letak lilin.
2. Bayangkan seluruh gambaran dan perasaan kesal yang ada di benak kamu, bergerak keluar dari pikiranmu pindah ke nyala api lilin. Terus pindahkan sampai gambarannya menyatu dengan nyala lilin.
3. Setelah itu, tiup yang keras “Puuuh!” sampai nyala api lilin tersebut padam. Dan, rasa kesal kamupun ikut padam…
4. Tarik nafas yang perlahan, lalu bernafas seperti biasa, Ulangi langkah 1 dan 2, jika kamu rasa perlu.
Setelah ini yang penting!
Tarik nafas yang dalam dan perlahan, hembuskan dengan posisi mulut tetap seperti tiup lilin, sambil berkata dalam hati: “Apapun yang terjadi padaku, aku tetap sayang pada Ibu…” (gunakan sebutkan manja kamu untuk Ibu dan ayah, misalnya Bunda, Ibu. Mama. Mami atau sebutkan lainnya, juga untuk Ayahmu ya…)
Kamu juga dapat tambahkan kalimat ini: “Karena tanpa Ayah dan Ibu, aku tidak akan ada di dunia ini”
Hati-hati dengan Keyakinan yang bisa mengacaukan pikiranmu.
Hindari kalimat yang bisa mengacaukan pikiran dan perasaanmu, seperti: “Kan, aku tidak minta dilahirkan ke dunia ini? Bapa Ibu yang harus bertanggung jawab, dong!”
Memang betul dan sah-sah aja pertanyaan ini. Namun, yakin deh pasti ada rencana indah Allah karena menghadirkan kita di dunia ini. Jadi, belajarlah kamu mengambil tanggung jawab akan hidupmu sendiri. Karena dengan demikian, jiwamupun bertumbuh. Setuju?
Duh, kecil-kecil belajar filsafat, kayak orang tua aja he..he..
Latih sampai Mahir
Kalo kamu udah bisa ngelakuin cara ini, terus aja latihan. Ingat, yang namanya latihan pasti aja ada salahnya. Namanya juga latihan. Jadi, kuncinya apa? Lakuin aja terus sampai kamu mahir. Setelah itu?
Ajarin Temanmu
Ya, jangan lupa untuk berbagi pengalaman ini ke teman-temanmu. Lalu, ajari juga mereka cara ini. Karena dengan berbagi dan ngajarin, kamu akan makin pandai dan makin pandai. Selain itu juga, kamu melatih diri untuk peduli dengan kehidupan ini, mulailah dari hal yang kecil aja, ya? Dan,…
Buatlah orang tua kamu bangga padamu!
Salam sayang dari kakakmu,
Kak Krishna
Posted in NLP & Pengasuhan |



















By Duta Novianto on Jul 4, 2008 | Reply
Mas Krishna,
Pas saya buka portal NLP artikel 41 ini muncul, dan saya sedang menampung kekesalan anak saya yang masih SMP.
Anak perempuan saya ini, tinggal di asrama, 6 bulan sekali pulang ke rumah, liburan. Apa lacur, karena tugas saya selama liburan yang hampir habis waktunya ini saya belum bisa menemaninya, bahkan untuk ngobrol di rumah. Dia hanya meninggalkan memo di meja kerja saya di rumah,”Sampai jumpa liburan semester depan, pa” tulisnya.
Saya tahu itu sebuah kemarahan.
Saya menghadapi situasi cukup pelik. E…artikel 41 ini saya coba…dan hasilnya CAIRLAH hati anak saya untuk diajak bicara dan atur jadwal.
Apapun kata orang tentang artikel-artikel Mas Krishna, buat saya praktis dan sering kali hasilnya di luar dugaan dan tanpa saya sadari…apakah ini makna NLP?
Makasih mas….solusi selalu ada kalau mau mencari, dan saya temukan di artikel-artikel Anda.
Salam dan selamat bertugas.
Duta
By Krishnamurti on Jul 4, 2008 | Reply
Mas Duta Novianto,
Sy ikut doa semoga ide2 sederhana ini bisa membantu banyak ortu, khususnya anak2, krn memang perlu hati yg legowo dlm melatih anak2 kita menjadi tangguh…
Jika mau ngobrol lebih lanjut, silahkan hubungi saya di HP atau email. Mudah2an ada ide lain yg bisa membantu.
By Suparyadi Supadjar on Jul 4, 2008 | Reply
Pak Khrisna,
Saya salut, ide - ide Pak Krishna selalu unik, simple, mudah dan efektif. Jangankan buat anak kecil, buat saya yang bapak - bapak aja manjur. Sebelumnya kalau saya lagi kesel sama orang, selalu saya bayangin bentuk tubuh orang itu terus saya tambah - tambahin sendiri. misalnya (minta maaf) orang itu perutnya agak gendut terus saya tambahin sampai genduuu…..tt banget…nget, hidungnya saya jadiin panjaaaaaa…..ng banget nyampe nyentuh tanah, terus orang tsb jalan, satu - dua, satu dua hi..hi..lucu deh (cuma dalam angan - angan saya). Nah jadi kalau saya ketemu orang itu jadinya saya senyum - senyum & tidak terbawa emosi dan komunikasi bisa nyambung.Pak Krishna terima kasih tips - tipsnya.
Salam Sukses
Yadi
By Krishnamurti on Jul 4, 2008 | Reply
Pak Yadi,
thanks atas doanya. Ya, tantanganlah yg terus membuat sy kreatif memikirkan solusi mudah. Kebetulan NLP banyak sekali teknik2 ini. Bpk sdh lakukan NLP dg tepat he..he..
Maju terus pak!!!
By RiRi on Jul 4, 2008 | Reply
Pak Krishna,
Trims sekali atas tips-tips yang diberikan. Karena seluruh tips tersebut sangat berguna bagi saya sekeluarga.
Anak Sulung saya baru berusia 7th naik kelas 2. Tapi dengan usianya yang masih muda, dia sudah banyak sekali mengalami peristiwa yang tidak seharusnya dialami anak seusianya. Sebelum saya mengenai Pak Krishna, Saya hanya sekedar bisa memeluk, menyanyi, atau mendongeng untuk bisa menenangkannya atau memberinya spirit. Usaha saya tsb. cukup bisa menenangkannya, namun seiring dengan semakin bertambahnya peristiwa yang tidak mengenakkan tsb. menimpanya, tampaknya usaha saya tidak dapat mengurangi rasa galau di hatinya.
Saya sempat takut anak saya tsb. menjadi depresi dan minder.
Namun Syukur Allah SWT sayang dengan saya, sehingga mempertemukan saya dengan Pak Krishna. Sudah banyak tips Pak. Krisha yang saya praktekkan ke anak saya tsb. untuk mengurangi rasa sesak, rasa kesal, dan rasa gk enak lainnya yang selama ini bersemayam di hati anak saya tsb.
Tips terakhir yang saya praktekkan ke anak saya adalah “Tiup Lilin”….. Sebelumnya saya ajak anak saya bicara dengan santai, saya selami jiwanya. Hmmmm…. Bunda aku sudah pernah membuang rasa gk enak di hatiku jauh ke laut luas… tapi rasa itu belum hilang semua…. masih ada di hatiku… dan aku juga belum bisa benar-benar memaafkan orang yang selalu membuat rasa itu selalu bertambah di hatiku…. (fantastis kosa katanya… dg usianya yg baru 7thn kata-kata yg dilontarkan membuat hati saya terenyuh…) Kemudian saya peluk dan saya cium dia, lalu saya ajak dia bermain tiup lilin…. Saya praktek lebih dulu di depan dia, hanya sekali saya lakukan, dia langsung antusias untuk ikut mencobanya.
Kemudian kami melakukannya bersama-sama…”Yudhistira sayang…keluarkan seluruh rasa marahmu, keluarkan seluruh rasa kesel-gedeq, dan semua rasa yang membuat dada kamu sesak, semua rasa yg selalu membuat kamu sedih…dan marah…., semua rasa yang mebuat kamu malu…dan semua rasa yang mebuat kamu merasa tidak disayangi….semua rasa yang membuat kamu merasa kesepian…..
Keluarkan semuanya…. pindahkan semuanya tepat pada nyala lilin di depan kamu….
Tarik nafasmu…kumpulkan nafasmu sebanyak-banyaknya… dalam hitungan ke 3 keluarkan nafasmu dengan kuat sekali untuk memadamkan semua rasa gk enak yang sekarang ada di nyala lilin itu…..
1…2…3…. “PUUUUUUUUUUUUUUUUH………”
Sayang…. liat lilinnya padam…. sekarang masih ada tidak rasa-rasa yang tidak enak itu???? Tidak ada bunda….
Kemana rasa itu sayang….. Padam bareng dengan lilin itu….
Sayang…. sekarang apa yang kamu rasakan di dadamu….”wuiihh…. bunda…. tenang….gk sesek…..enteng deh…..”
Sekarang tarik nafas lagi yuu tapi gk pakai lilin. Kamu hembuskan nafas sambil berkata “aku maafkan semua orang, semua orang… yang pernah membuat aku marah, nangis, malu, kesel, benci….”
Hmmmmmm……….. (Yudhistira terdiam cukup lama), lalu saya rangkul dia, saya yakinkan dia….Akhirnya…. sambil berlinang air mata anak saya berhasil melakukan dan memberikan maaf pada semua orang yang pernah membuatnya kecewa…. dia hembuskan nafasnya panjang…… dia ucapakan kalimat tsb…..
Terimakasih banyak pak……… Terimakasih banyak sekali atas terapy, support dan tipsnya.
Sorry…. karena saya mengetik ini sambil menggali kembali memori saya… tak terasa…air mata saya kembali menetes….
Air mata syukur…..air mata haru….air mata bahagia….
Terimakasih Ya Allah…. atas segala kemudahan yang Engkau berikan sehingga aku selalu mendapatkan banyak bantuan dari orang-orang yang perduli dengan ku…..
Salam,
Riri
By bambang setiawan on Jul 4, 2008 | Reply
Mas Krishna,
tips praktis mas krishna tampaknya sangat layak untuk di bukukan, saya perlu dari tips#1. tks mas, teruslah berkarya memberikan pencerahan kepada seluruh bangsa Indonesia… merdeka…!!!!
By Krishnamurti on Jul 4, 2008 | Reply
Mas Bambang Setiawan,
Saat ini artikel2 pilihan yg sy tuliskan di PortalNLP, memang sg disusun ulang agar lebih rapaiutk dibuat buku panduan yg sifatnya HOW TO”. Semoga bisa selesai dlm waktu dekat. Titip doa untuk itu…
By andy purnama Jakpus on Jul 4, 2008 | Reply
Saya salut dgn bung Krishnamurti yg telah mau berbagi kpd orang2 tua dan adik2 kecil utk mengatasi MARAH.Kalau boleh saya ingin sumbang saran saran,al : Hitung Angka,mendengarkan suara tertentu dan melihat/memilih gambar tertentu.Maju terus bung Krishnamurti.Salam
By Krishnamurti on Jul 4, 2008 | Reply
Dear Bung Andy Purnama,
Thanks atas masukannya, segera setelah sy eksplorasi lagi, sy akan posting ke milis ini. Tantangan membuat manusia menjadi kreatif.
By arie on Jul 5, 2008 | Reply
Dear Mas Krishna,
Anak perempuan saya (4 tahun) agak marah dengan ayahnya karena pernah didepan dia, ayahnya dan saya ribut hebat, dan anak saya sangat marah pada ayahnya karena itu, hingga sampai saat ini klu ayahnya menghubungi anak perempuan saya, dia tidak pernah mau bicara (saya dan ayahnya berpisah). Saya kemarin mencoba menceritakan tentang “kentang busuk” tapi dia tetap tidak mau menerima telp dr ayahnya. Mudah2an teknik dr mas Krishna yang ini bisa mengubah anak saya ya Mas…TQ n saya tunggu workshop2nya yang inspiratif.
By Krishnamurti on Jul 5, 2008 | Reply
Dear Mbak Arie,
Ya… sy ikut berdoa semoga ide ini bisa membantu dia, nanti inform sy bagaimana hasilnya ya mbak. Sy siap bantu dia. Telp aja ke HP jika perlu di 0816 1815 333
By Krishnamurti on Jul 8, 2008 | Reply
Dear Mbak Ririe,
Sharing Mbak ttg pengalaman menerapkan teknik sederhana ini, sungguh sangat menyentuh kalbu. Semoga si kecil makin tangguh & terus bertumbuh dg baik. Memang kadang kondisi sulit bisa membuat sakit, namun jika kita bisa lewati, akan membuat kita semakin kuat.
Ya, perlu kebijaksanaan untuk melaluinya…