Bahasa yang Presisi
Written by erwin on 3 July 2008 – 2:56 am -Neuro Linguistic Programming mengeksplorasi bagaimana pikiran (Neuro) dipengaruhi kata-kata (Linguistic) yang berlanjut pada tindakan. Sebagai mahluk sosial, manusia memerlukan komunikasi untuk berinteraksi. Dengan berkomunikasi, dunia didalam pikiran kita yang abstrak dapat lebih mudah untuk dimengerti. Namun kata-kata yang kita gunakan tidaklah cukup untuk menceritakan sebuah pikiran dan pengalaman. Dikarenakan perbedaan kemampuan, pengalaman dan sistem keyakinan, setiap orang memiliki sudut pandang yang berbeda.
Seringkali para pemimpin tidak menjelaskan maksud mereka ketika mereka berbicara mengenai struktur organisasi, hasil finansial, pekerjaan mereka, manajemen waktu, dan budaya korporasi. Jika ketidakjelasan mengenai suatu konsep dibiarkan terus menerus terjadi, maka konsep-konsep tersebut dapat membuat orang-orang di perusahaan menjadi bingung dan mengundang konflik. Akan tetapi jika dikomunikasikan dengan jelas maka konsep-konsep tersebut akan menjadi landasan teamwork yang baik.
Sesungguhnya ketidakjelasan mengenai maksud yang disampaikan akan membuat pekerjaan para manajer tingkat atas menjadi lebih sulit daripada yang seharusnya terjadi. Para pemimpin sering berasumsi bahwa setiap orang memiliki definisi yang sama mengenai kata-kata yang sangat abstrak seperti visi, loyalitas, hubungan dengan pelanggan, kerja kelompok, hasil dan sebagainya.
Banyak orang yang tidak ingin dinilai bodoh jika meminta penjelasan lebih jauh. Manajer senior biasanya lebih memilih mengangguk setuju daripada bertanya untuk menghindari kesalahpahaman. Kemudian mereka meneruskan perintahnya ke bawahannya, dan bawahannya itu menerjemahkan mengenai apa yang dimaksudkan oleh bossnya menurut versinya masing-masing. Yang sering terjadi adalah tindakan-tindakan yang ceroboh, dan ketidakserasian pemahaman dengan bagian divisi-divisi lainnya. Situasi seperti ini merupakan hal yang bisa sangat merugikan imej dan profit perusahaan.
Setiap orang memiliki pengertian masing-masing mengenai sesuatu. Oleh karena perbedaan itu, maka tidak boleh ada ruang untuk suatu komunikasi yang tidak jelas. Jika anggota-anggota dari suatu kekompok tidak berbicara satu sama lainnya dengan jelas, maka mereka akan sering mengalami konflik yang tidak perlu.
Ketika kita menggunakan kata-kata, kita telah menyederhanakan sebuah pengalaman yang kompleks. Banyak informasi yang tidak diikutsertakan atau hilang (deletion) atau karena tidak dapat mengingatnya dengan baik. Kata-kata yang digunakan dalam menjelaskan sebuah pengalaman juga tidak sama dengan kenyataannya (distortion), dan kita juga menyamaratakan aturan yang berlaku pada satu contoh sebagai aturan yang berlaku pada berbagai konteks. Dengan menggunakan bahasa yang sama, contoh konteks yang dimengerti orang lain dan rapport yang baik, maka semua itu membantu menciptakan pengertian satu sama lain.
Erwin
Posted in Dasar NLP |



















By Krisnawan Putra on Jul 4, 2008 | Reply
Kate Engkong Ane:
“Nitip KATA makin nambah, nitip UANG jadi kurang”
By Handy Yan on Jul 13, 2008 | Reply
Thanks mas artikelnya.Andai semua orang baca.Mungkin konflik karena kata2 akn kurang.