Antenna Pikiran
Written by Waidi on 3 July 2008 – 8:04 am -Sebagaimana layaknya sebuah antenna radio atau televisi, fungsinya adalah untuk menangkap sinyal listrik atau gelombang agar kualitas suara/gambar lebih bagus. Biasanya semakin bagus antenna dan semakin tinggi antenna itu, maka semakin bagus daya tangkapnya. Jangakauan sudut tangkapnya lebih besar.
Antena merupakan alat bantu untuk menerima dan meneruskan sinyal atau gelombang ke sebuah pesawat penerima yang dalam menerima sinyal itu juga menggunakan antenna penerima. Antenna perannya bisa sebagai pemancar (penerus) dan penerima sinyal atau gelombang. Tanpa bantuan antenna, sebuah gelombang elektomagnetis sulit terpancarkan dan sulit juga diterima oleh pesawat penerima.
Hemat saya, pikiran juga mempunyai fungsi seperti antenna. Hanya saja, antenna pikiran tidak berwujud fisik seperti antenna radio atau televisi yang terlihat menjulang. Adalah terlihat sangat lucu bila di atas kepala terlihat seperti antenna. Saya katakan bahwa pikiran memiliki antenna karena pikiran memiliki prinsip kerja yang mirip dengan prinsip kerja antenna khususnya terkait dengan peluang bisnis.
Apabila antenna merupakan alat bantu untuk memancarkan gelombang, pikiran juga demikian halnya. Pikiran memancarkan gelombang dalam bentuk sinyal-sinyal bisnis. Seorang entrepreneur tidak saja wajahnya akan memancarkan aura bisnis tetapi juga sinyal-sinyal bisnis berupa sejumlah peluang bisnis seperti: kerjasama bisnis, produk/jasa yang ditawarkan, modal dan bahan baku yang tersedia, dan sebagainya.
Apabila antenna merupakan alat bantu untuk menerima gelombang, maka pikiran juga demikian halnya. Bila Anda kebetulan adalah seorang entrepreneur bisa dipastikan merasakan adanya getaran/sinyal bisnis dari orang lain mengenai kemungkinan bisnis atau kerjasamanya. Semakin besar semangat bisnis Anda, semakin besar pula daya tangkap (antenna) peluang bisnis dari orang lain. Orang lain di sekitar Anda adalah peluang.
Apa yang Anda pikirkan dengan serius, niat kuat dan penuh semagat itulah antenna pikiran Anda. Jadi kalau Anda benar-benar memikirkan tentang objek dan subjek bisnis dengan penuh semangat bisnis, itulah antenna bisnis bisnis. Sebuah antenna yang memancar –tercermin dalam semangat, aura, ucapan dan tindakan—yang apabila bertemu dengan orang lain (sesama peminat dan pencinta bisnis) akan segera tertangkap peluang bisnisnya. Atau sebaliknya, Anda akan menangkap peluang bisnis dari orang lain.
Salah satu prinsip dasar NLP adalah “peta menentukan wilayah”. Artinya apa yang Anda pikirkan menentukan tindakan dan bahkan nasib. Semisal Anda hari ini berpikir ingin menjadi entrepreneur maka cepat atau lambat akan menjadi seorang entrepreneur di kemudian hari.
Pikiran itu menghasilkan gelombang, dari gelombang beta, alpha, dan theta. Apa yang sedang dipikirkan seseorang (menjadi seorang entrepreneur misalnya) akan menghasilkan gelombang atau sinyal-sinyal bisnis. Besar-kecilnya atau intensitas sinyal itu ditentukan oleh seberapa besar niat seseorang untuk berbisnis. Tekad dan keyakinan Anda yang tersimpan dalam pikiran bawah sadar akan menentukan besaran gelombang pikiran dalam bentuk aura yang menyebar di wajah Anda. Apa yang Anda pikirkan menghasilkan sebuah gelombang.
Selanjutnya, gelombang ini diperkuat sinyalnya dengan niat kuat yang disebut energi emosi. Ide (peta) bisnis atau ide untuk berbisnis (ide ingin menjadi entrepreneur) akan memancar dengan kuatnya bila disertai niat atau intensitas emosi yang kuat. Kata Nugroho (2008) emosi yang kuat cenderung menjadi perilaku[1]. Artinya, perilaku seseorang tidak lepas dari :apa yang dipikirkan (ide atau peta), niat dan dorongan emosi. Apabila yang dipikirtan tentang bisnis, maka perilaku yang muncul adalah perilaku bisnis: menacari-cari peluang, mencari info bisnis, cari kesempatan hutang untuk modal, hingga cari bisnis multi level marketing (MLM).
Perilaku seperti itulah yang akhirnya mengarahkan seseorang masuk dalam dunia bisnis. Dunia yang belum pernah ia jelajahi. Semuanya itu karena dalam dirinya terpasang antenna bisnis yang siap memancarkan dan menerima peluang bisnis.
Untuk lebih kongkritnya, mekanisme kerja anntena pikiran saya ilustrasikan sebagai berikut. Bu Ani, seorang pkerja sosial untuk pemberdayaan masyarakat. Pada suatu saat Bu Ani pergi ke sebuah desa untuk pemberantasan buta huruf. Di desa itu terdapat potensi daerah yang sangat menjajikan yakni: enceng gondok. Bu Ani tahu kalau enceng gondok dapat dibuat kerajinan tas, anyaman, jok kursi dan sebagainya. Bagaimana cara memanfaatkannya? Siapakah ahli/perajin enceng gondok yang siap membantu masyarakat desa itu? Ia benar-benar serius untuk memanfaatkan enceng gondok itu. Saat itu, ia belum menemukan jawaban khususnya siapa yang bisa melatih warga masyarakat tersebut. Keinginan bua Ani, untuk sementara diendapkan dulu atau di-pending dulu. Ia yakin suatu saat akan menemukan orang yang ia cari (pelatih enceng gondok). Bu Ani percaya kalau suatu saat akan ditemukan jawabannya.
Lima bulan kemudian, Bu Ani secara tidak sengaja bertemu dengan teman lamanya di sebuah bengkel mobil. Setelah ngobrol ngalor-ngidul (kesana kemari) Bu Ani menceritakan kepada temannya bahwa ia sedang mencari ahli/pelatih enceng gondok. Temannya itu memang bukan ahli enceng gondok, tetapi ia punya pacar yang profesinya sebagai eksportir kerajinan yang salah satu kerajinannya adalah tas enceng gondok. Kemudian teman Bu Ani ini menyampaikan kepada pacarnya bahwa Bu Ani sedang mencari pelatih enceng gondok. Gayang bersambut, atas jasa baik sang eksportir tadi, Bu Ani mendapatkan alamat si pelatih enceng gondok.
Dengan tidak menyia-nyiakan kesempatan, Bu Ani akhirnya menemui pelatih enceng gondok untuk melatih warga masyarakat desa berpotensi enceng gondok. Pelatihan pun akhirnya dapat dilaksanakan dan masyarakat desa setempat bisa memberdayakan diri bersama enceng gondoknya.
Seandainya saja Bu Ani tidak memasang antenna pikran (ide + niat + energi emosi) maka peristiwa pertemuan dengan dengan teman lamanya bukanlah sebuah peluang. Seandainya Bu Ani telah membuang ide pelatihan enceng gondoknya, sang eksportir bukanlah “antenna perantara” untuk manangkap si ahli/pelatih enceng gondok.
Begitu pula dalam dunia bisnis. Mekanisme kerja antenna pikirannya juga sama. Dari ide, diperkuat oleh niat dan energi emosi untuk berbisnis, maka cepat atau lambat peluang bisnis akan diperoleh. Hukummnya sangat simpel, siapa niat dengan kuat ia akan dapat! ——————————————————————————–
[1] Nugroho, NSK, Transformasi Diri, PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta: 2008
Posted in Dasar NLP |



















By sidharTA on Jul 3, 2008 | Reply
?
By Tiwi on Jul 7, 2008 | Reply
Halo pak waidi, benar-benar mencerahkan,pas dg kondisi saya saat ini. “peta menentukan wilayah” banyk hal yg kita pikirkan dlm keseharian kita tanpa kita sadari apa yg kita pikirkan memancar ke antena pikiran dan berwujud pd tindakan..thanks banget smg Bapak selalu dan selalu bisa membuat kita menyadari untk mengaktifkan getaran getaran antena yang kita inginkan.